Pages

Jumat, 16 Maret 2012

makalah IBD

KONTRIBUSI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT
DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN





Nama                    : Muhammad Ario Bismo
Kelas           : 1-KA-36
NPM           : 14111773



Universitas Gunadarma
PTA 2011/2012


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah
Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat
Dalam Melestarikan Kebudayaan
Kelas  :  1-KA36
Tanggal Penyerahan Makalah : 17 Maret 2012
Tanggal Upload Makalah  :  18 Maret 2012

P  E  R  N  Y  A  T  A  A  N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
14111773
Muhammad Ario Bismo


Program Sarjana Sistem Informasi

UNIVERSITAS GUNADARMA



Kata Pengantar




            Puji dan Syukur saya selaku penyusun makalah ini kepada Tuhan Yang Maha Esa yang masih  memberikan kesempatan yang berlimpah kepada saya untuk dapat membuat makalah ini.
            Dalam penyusunan makalah ini saya mendapatkan banyak rintangan, tetapi dengan bantuan dan dorongan dari teman serta Bapak selaku Dosen Ilmu Budaya Dasar saya, seluruh rintangan itu dapat teratasi dan lewati. Oleh karena itu,saya mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga,teman dan juga dosen IBD yang membantu dan memotivasi saya dalam penyusunan makalah ini, smoga kalian semua di berikan balasan yang setimpal dari Allah.
            Kepada para pembaca,jika terdapat kesalahan atau kekurangan dalam makalah yang saya buat,saya memohon maaf,karena saya masih dalam tahap pembelajaran dan saya berharap makalah ini sangat bermanfaat bagi yang membacanya.






Jakarta, 16 Maret 2012


Penulis
Muhammad Ario Bismo


Daftar Isi

Pernyataan …………………………………………………………………………………………..           2
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………          3
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………….           4
Bab 1 Pendahuluan
Latar Belakang ………………………………………………………………………………………           5
Tujuan ………………………………………………………………………………………………..          6
Sasaran ……………………………………………………………………………………………….          6
Bab 2 Permasalahan
Kekuatan ……………………………………………………………………………………………..          7
Kelemahan ……………………………………………………………………………………………         7
Peluang ……………………………………………………………………………………………….         8-9
Tantangan atau hambatan …………………………………………………………………………….         9
Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………        10
Rekomendasi …………………………………………………………………………………………..       10
Referensi ……………………………………………………………………………………………….       10


Bab  I  Pendahuluan

1.     Latar Belakang
Menurut pandangan islam  sejak pertama kemunculannya, risalah Islam sangat menentang praktek
yang mengarah pada pengakuan atau keyakinan adanya kekuasaan selain
Allah Ta’ala di alam semesta ini, dan demikianlah substansi Islam.
Yaitu risalah yang mengajarkan tauhid. Dan selanjutnya menyeru kepada
manusia, supaya beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
mewanti-wanti agar manusia tidak terbawa kepada perbuatan syirik,
karena ketundukan itu hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ألأ لله الد ينن الخا لص
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” [az-Zumar/39:3].
Syirik itu sendiri merupakan fenomena yang begitu kuat melekat dalam
peri kehidupan masyarakat jahiliyah waktu itu. Meskipun
kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak sejalan dengan asas-asas Islami
juga berkembang pesat – seperti penindasan terhadap kaum Hawa, praktek
riba, perzinaan, minuman keras, fanatisme golongan (kesukuan),
perbudakan dan lain-lain – akan tetapi perbuatan syirik sangat dominan,
menempati posisi yang tinggi, baik dalam hal tingkat kekeliruan maupun
bahayanya. Sebab perbuatan syirik merupakan kezhaliman yang besar.

ان الشرك لظلم عظيم
“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar” [Luqman/31:13].
Sebenarnya orang-orang jahiliyah meyakini adanya Rabb yang memiliki
kemampuan untuk memenuhi segala yang mereka inginkan, menyelamatkannya
dalam kesempitan. Namun kepercayaan ini dinodai dengan ketundukan dan
penghambaan hati kepada berhala-berhala yang sebagian dibuat oleh
tangan mereka sendiri, meskipun mereka menganggapnya tidak berbuat
demikian.
Fenomena seperti itulah yang saat ini juga menghias peri kehidupan
sebagian manusia, tak urung sebagian kaum muslimin. Tanpa disadari
telah terjebak pada perbuatan syirik, karena keinginan untuk
mempertahankan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya,
yaitu para leluhur atau nenek moyangnya. Yakni mempertahankan
tradisi-tradisi yang telah berjalan pada masa-masa terdahulu. Dengan
berbagai dalih, yang seolah tak mempengaruhi prinsip tauhid. Padahal
tak sedikit tradisi-tradisi ataupun peninggalan sejarah tersebut yang
sangat mungkin bertentangan dengan Islam, baik ditinjau dari sisi
tauhid maupun prinsip-prinsip umum lainnya.



2. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1)      Mentuntaskan tugas IBD
2)      Menambah wawasan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia dan di dunia ini ;
3)      Mencari tahu masalah-masalah yang menyangkut kebudayaan ;
4)      Dapat mengerti bagaimana cara penyelesaian dari masalah tersebut ;
5)      Menimbulkan kesadaran bagi kita sebagai penerus bangsa yang hebat.


2.     Sasaran
Sasaran dituju adalah menyangkut masyarakat luas khususnya para pembaca agar turut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan yang sudah ada.



BAB II PERMASALAHAN

1.     Kekuatan (Strength)

·         Kekayaan budaya Indonesia asli
kebudayaan asli Indonesia yang mungkin baru hanya segelintir orang yang mengetahui atau mengenalnya. Indonesia memang banyak kesenian dan kebudayaan di berbagai macam wilayah. makanya kita di tuntut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik menjaga dan melestarikan kebudayaan Negara sendiri.

·         Mempunyai hukum dan adil
Hukum sebagai landasan yang membentuk suatu Negara dan wajib di taati dan dilaksanakan bagi setiap warga Negara. Apabila ada yang melanggar sebuah peraturan di suatu daerah maka harus diberikan atau di kenakan hukuman yang sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa memandang dan membeda-bedakan kaya atau miskin.
·         Kemanjuan teknologi yang semakin baik

·         Menjadikan kebudayaan sebagai trend atau musiman. Pegawai kantor memakai batik untuk hari kamis.

·         Masyarakat mencintai kebudayaan nasional. Contoh saat batik di claim Malaysia, masyarakat Indonesia kesal, dan ini membuktikan bahwa masyarakat mencintai kebudayaan nasional.



2.     Kelemahan (Weakness)

·         Perbedaan sosial budaya dan menganut kebudayaan suku yang cenderung mengabaikan suatu persatuan sehingga muncul berbagai macam konflik antar suku . Keanekaragaman dapat menyebabkan berbagai konflik yang ada di dalam suatu Negara. Masyarakat majemuk dan multicultural memiliki karateristik heterogen dengan pola hubungan sosial antar masyarakat bersifat toleran.

·         Minimnnya komunikasi budaya. Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah paham tentang budaya yg dianut.

·         Kurangnya kesadaran masyarakat, kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya daerah sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman.

·         Pada umumnya generasi generasi muda lebih cepat menerima kebudayaan asing dalam proses akulturasi sedangkan yang tua lebih sukar, ini karena remaja memiliki sifat yang labil dapat dipengaruhi oleh dunianya, sedangkan yang tua lebih mengerti bahwa sebuah kebudayaan merupakan hasil diwariskan oleh leluhurnya.


3.     Peluang (Opportunity)

·         Banyaknya perbedaan yang dapat memperkuat bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuhBanyaknya perbedaan yang ada di dalam suatu Negara menjadikan arti penting dalam membentuk dan memperkuat rasa persaudaraan serta saling menghargai antar kebudayaan di dalam Negara Indonesia maupun Negara selain Indonesia.

·         Rasa nasionalisme rakyat Indonesia begitu tinggi

·         Ketika beberapa kebudayaan Indonesia diakui Negara lain, maka akan timbul reaksi penentangan yang luar biasa dari seluruh elemen bangsa, secara tidak langsung dapat memperkuat kesatuan bangsa.

·         Dengan adanya pengetahuan dalam bidang budaya agar memungkinkan masyarakat lebih mengenai kebudayaan nasional.

4.      Tantangan/Hambatan (Threats)

·         Terbatasnya sarana dan prasarana
·         Kurangnya rasa cinta tanah air dalam diri setiap individu
·         Kemajuan Teknologi
·         Perubahan Lingkungan
·         Ketidak pedulian masyarakat akan kebudayaan nasional
·         Sikap pemerintah yang kurang cepat dalam melestarikan kebudayaan nasional.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.     Kesimpulan


Pemerintah masih kurang dalam mensosialisasikan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia. Masyarakat pun kurang memahami akan pentingnya kebudayaan bagi mereka sendiri. Akibat kurang pedulinya masyarakat dengan kebudayaan, maka banyak kebudayaan Indonesia yang di akui Negara lain. Kemajuan teknologi masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah dalam hal mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia.

2.     Rekomendasi

·         Masyarakat harus lebih mencintai budayanya sendiri agar tidak diakui oleh bangsa lain.
·         Masuknya budaya asing harus dapat disaring agar tidak merusak kebudayaan daerah itu sendiri.
·         Pemerintah harus lebih aktif dalam menjaga kebudayaan yang kita punya.
·         Adanya program bantuan dari pemerintah untuk pelesarian budaya daerah
REFERENSI


















0 komentar:

Posting Komentar