Pages

Senin, 06 Oktober 2014

PEMBAHASAN TELEMATIKA

Perkembangan Telematika begitu pesat, itu sesuatu fakta yang tidak bisa dipungkiri. Berbagai prdouk barang dan jasa Telematika, begitu luas tersebar di maysarakat. Bahkan kita sendiri merupakan bagian dari konsumen yang disasar oleh perusahaan-perusahaan Telematika, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Telematika ada baiknya kita tahu apa itu Telematika?

  • Pengertian Telematika
  • Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika itu merupakan istilah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media Informatika.  Berdasarkan definisi tersebut Telematika mencakup 2 teknik yaitu : Telekomunikasi dan Informatika. Telematika dapat diartikan sebagai media komunikasi jarak jauh dengan perantaraan media elektromagnetik. Kemampuan Telematika adalah mampu mentransmisikan sejumlah informasi dalam sekejap, menjangkau ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai metode.

    Istilah Telematika itu sendiri diadopsi dari bahasa asing, kata Telematika berasal dari kata dalam Bahasa Perancis, yaitu Telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam buku nya yang berjudul L'informatisation de la Societe. Telematika merujuk pada hakikat Cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan konvergensi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital.

    Berikut adalah karakteristik dari Telematika :
    - Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
    - Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia dengan berbagai metode.
    - Jasa Telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (Online, Internet) dan ada pula keperluan untuk kelompok tertentu atau dinas khusus (Intranet)

    Melihat kemampuannya, berarti Telematika mempunyai peran strategis untuk mempermudah, mendukung sekaligus menjembatani ruang dan waktu. Tak heran di era seperti ini jika para pekerja makin menjamur sebuah metode yang dinamakan remote worker (pekerja yang mengelola pekerjaanya, melakukan pekerjaannya secara remote (dari jarak jauh) dan mobile (dengan perangkat bergerak). Selain itu fungsi dari Telematika dalam lingkup interkasi sosial adalah mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, untuk memperluas wawasan. Oleh karena itu Telematika disebut juga sebagai Sarana dan Prasarana Pembedaya. Efek dari Telematika itu sendiri pada lingkup interaksi sosial adalah merubah struktur masyarakat dari budaya lisan ke budaya tulisan dan kini menjadi budaya informasi (masyarakat informasi).

    Telematika sering kali diimplementasikan dalam beberapa bidang, misalnya :
    - Integrasi antara Sistem Telekomunikasi dan Informatika, yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyampaian informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
    - Telematika juga diimplementasikan pada bidang Teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global (GPS) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah.
    - Telematika juga diimplementasikan pada bidang kendaraan & lalu lintas (Vehicle Telematics).
     
    Referensi : http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/9730276-pengertian-sejarah-perkembangan-arsitekstur-telematika

    Minggu, 15 Juni 2014

    Pengertian Bibliografi

    Bibliografi

            Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku.Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

    Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
    a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
    b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
    c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman)  
    buku tersebut.
    d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan    tahun.
    Penyusunan Bibliografi a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad. b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad. c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi. e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
    Jenis-Jenis Bibliografi Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
    • Bibliogrfi deskriptif:
    Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak 
    yang tertulis.
    • Bibliografi evaluatif: 
    Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
    Cakupan Bibliografi Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
    • Bibliografi retrospektif :
    Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. 
    Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
    • Bibliografi terkini/current :
    Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
    • Bibliografi selektif
    yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
    Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
    • Bibliografi subjek :
    Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
    • Biliografi nasional :

    Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.
    Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
    pertimbangan antara lain :
    • Permintaan pengguna
    • Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
    • Dokumentasi koleksi yang dimiliki
    • Mandat instansi


    Bagian-bagian Bibliografi
    Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
    ∼ Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
    ∼ Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
    ∼ Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
    ∼ Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
    ∼ Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
    ∼ Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
    ∼ Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya

    Manfaat Bibliografi
    Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
    ∼ Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
    ∼ Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
    ∼ Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

    Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
    Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
    ∼ Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
    ∼ Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
    ∼ Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.


    Sumber 1 
    Sumber 2 

    Rabu, 19 Maret 2014

    Definisi Kutipan Dan Catatan Kaki Beserta Contohnya

    Kutipan dan Cara Mengutip :
    Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang yang sudah terkenal atau pengarang yang telah dimuat dalam buku maupun majalah yang bertujuan untuk menegaskan dan membuktikan tulisan yang ada di dalam karangan kita.
    Berdasarkan jenisnya kutipan dapat dibedakan menjadi dua yaitu kutipan langsung dan kutipan tak langsung (kutipan isi). Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Sebaliknya, kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut.

    Cara mengutip :
      Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris: kutipan dimasukkan dalam teks dengan cara mengintegrasikan langsung dengan teks dan diberi jarak antara baris dua spasi lalu kutipan itu diapit dengan tanda kutip. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
    Kutipan langsung yang lebih dari empat baris: dipisahkan dari teks dengan 2,5 spasi, jarak antar baris 1 spasi, tidak diapit tanda kutip, sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengan spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama sinngkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman yang dikutip,seluruh kutipan dimasukkan dalam 5-7 ketikan.
     Kutipan tak langsung: Beberapa syarat harus diperhatikan untuk membuat kutipan tak langsung yakni dengan cara mengintegrasikan langsung dengan teks dan diberi jarak antara baris dua spasi lalu kutipan itu tidak diapit dengan tanda kutip. Kemudian diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.

    Catatan Kaki :
    Catatan kaki adalah keterangan atas teks karangan yang ditepatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.
    Tujuan Catatan Kaki
    a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam teks atau sebagai petunjuk sumber.
    b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula.
    c) referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan.
    d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.


    Penggunaan Catatan Kaki :
    Penggunaan data atau gagasan pihak lain yang belum dianggap umum (sebagai milik publik) harus ditunjukkan sumbernya (referensi) dengan memberikan catatan kaki.Perlu ditegaskan pula bahwa terdapat cara-cara lain yang bisa digunakan untuk keperluan ini, tetapi untuk Karya Tulis Ilmiah yang ditetapkan adalah penggunaan catatan kaki.

    Ketentuan umum mengenai penggunaan catatan kaki adalah sebagai berikut:
    a. Catatan kaki harus berada di halaman yang sama dengan nomor kutipan.
    b. Pisahkan catatan kaki dengan teks.
    c. Penomoran catatan kaki sama dengan kutipan, yakni menggunakan angka arab danditulis setengah spasi di atas baris.
    d. Jarak baris dalam suatu catatan kaki adalah satu spasi, dan jarak antar catatan kakiadalah dua spasi.
    e. Penulisan catatan kaki dimulai pada ketukan ke-6.


    Catatan kaki yang pertama untuk suatu sumber/acuan harus mencakup semuainformasi yang diperlukan, yang antara lain meliputi:
    a. Nama pengarang yang ditulis lengkap dengan urutan normal.
    b. Judul karya tulis (buku atau artikel).
    c. Tempat dan nama penerbit.
    d. Edisi atau volume dan nomor penerbitan (jika ada).
    e. Nomor halaman.


    Penulisan catatan kaki acuan ini berbeda-beda tergantung pada jenis sumber atau acuannya. Berikut ada beberapa contoh mengenai catatan kaki:

    1. Untuk penulisan catatan kaki pertama yang bersumber dari Buku Teks, berlakuketentuan-ketentuan berikut:
    Contoh:
    Charles T. Horngren dan George Foster, Cost Accounting: AManagerial Emphasis, edisi ke-7 (Englewood Cliffs, N.J.: Printice-Hall,Inc., 1991), hal. 4.


    2. Untuk penulisan catatan kaki pertama yang bersumber dari Majalah/Jurnal IlmiahBerkala, berlaku ketentuan-ketentuan berikut:
    Contoh:
    H. Thomas Johnson, “Activity-Based Information: A Blueprint for Worldclass Management Accounting”, Management Accounting (Juni1988), hal. 30.


    3. Untuk penulisan catatan kaki yang bersumber dari Dokumen-dokumen Publik, carapenulisan catatan kaki untuk sumber-sumber ini tidak dapat dibakukan.
    Contoh:

    Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah
    Charles T. Horngren dan George Foster, Cost Accounting:A Managerial Emphasis, edisi ke-7 (Englewood Cliffs, N.J.:Printice-Hall, Inc., 1991), hal. 4.